Senin, 14 Juli 2014

Jawaban Tentang Sebuah Pertanyaan


Setelah tiga puluh menit membolak-balik lembar per lembar buku, berharap sepatah dua patah kata dapat dijadikan key word dan tersimpan diotak. Sehingga besok pagi mampu mendeferensiasikannya menjadi kalimat yang dapat disampaikan secara lisan tanpa harus memerangi kata. Di samping itu, ada sesuatu yang mngganjal, ada sesuatu yang tidak ingin aku pikirkan, ada sesuatu yang tidak ingin aku rasakan.
**
Kehilangan. Aku kehilangannya. Iyakah? Aku benar mengakui bahwa aku suka dengannya. Suka telah mengenalnya, dan suka telah menjadi sahabatnya.
Tetapi beberapa bulan belakangan ini aku jarang bertemu dengannya, jarang datang kekosannya, jarang mendobrak pintu kamarnya, jarang – jarang banget malah hampir gak pernah. Sesekali bertemu dan menyapa, itupun sambil lalu. Tidak ada ngobrol sampe pagi, tidak ada jogging sambil tidur, tidak ada duduk gajelas di air mancur, tidak ada makan di taman, tidak ada senyum kesabaran menunggu, tidak ada menebak-nebak kata yang keluar, dan tidak ada cerita yang diulang dua kali. Haha seperti telah mengenalnya lama. Padahal, tak selama yang diceritakan.
Aku tidak tahu apa yang menyebabkan itu tidak terjadi lagi, mungkin aku tahu tapi pura-pura untuk tidak tahu dan untuk tidak peduli. Aku kira itu tidak akan mengganggu, tetapi ternyata sangat mengganggu. Sampai aku mencari-cari jawaban atas perasaan ketidaknyamanan ini hingga akhirnya aku menemukan jawabannya. Ya. Aku harus berbicara dengannya. Harus ada yang dijelaskan, harus ada penjelasan dan tidak ada penghindaran. Tapi kapan? Akupun masih mengulur-ngulur waktunya.

Sungguh, aku tidak menikmati hari. 
Sun, 29 Juni 2014
@kos 11.02 p.m

Tidak ada komentar:

Posting Komentar