Setelah tiga puluh
menit membolak-balik lembar per lembar buku, berharap sepatah dua
patah kata dapat dijadikan key word dan tersimpan diotak. Sehingga
besok pagi mampu mendeferensiasikannya menjadi kalimat yang dapat
disampaikan secara lisan tanpa harus memerangi kata. Di samping itu,
ada sesuatu yang mngganjal, ada sesuatu yang tidak ingin aku
pikirkan, ada sesuatu yang tidak ingin aku rasakan.
**
Kehilangan. Aku
kehilangannya. Iyakah? Aku benar mengakui bahwa aku suka dengannya.
Suka telah mengenalnya, dan suka telah menjadi sahabatnya.
Tetapi beberapa bulan
belakangan ini aku jarang bertemu dengannya, jarang datang
kekosannya, jarang mendobrak pintu kamarnya, jarang – jarang banget
malah hampir gak pernah. Sesekali bertemu dan menyapa, itupun sambil
lalu. Tidak ada ngobrol sampe pagi, tidak ada jogging sambil tidur,
tidak ada duduk gajelas di air mancur, tidak ada makan di taman,
tidak ada senyum kesabaran menunggu, tidak ada menebak-nebak kata
yang keluar, dan tidak ada cerita yang diulang dua kali. Haha seperti
telah mengenalnya lama. Padahal, tak selama yang diceritakan.
Aku
tidak tahu apa yang menyebabkan itu tidak terjadi lagi, mungkin aku
tahu tapi pura-pura untuk tidak tahu dan untuk tidak peduli. Aku kira
itu tidak akan mengganggu, tetapi ternyata sangat mengganggu. Sampai
aku mencari-cari jawaban atas perasaan ketidaknyamanan ini hingga
akhirnya aku menemukan jawabannya. Ya. Aku harus berbicara dengannya.
Harus ada yang dijelaskan, harus ada penjelasan dan tidak ada
penghindaran. Tapi kapan? Akupun masih mengulur-ngulur waktunya.
Sungguh, aku tidak menikmati hari.
Sun, 29 Juni 2014
@kos 11.02 p.m
@kos 11.02 p.m
Tidak ada komentar:
Posting Komentar