Kamis, 10 Juli 2014

Pertemuan Tak Terduga



Gila, berasa ingin meledak. Terlalu lebay kayaknya kalo aku mengatakan penyakit yang sedang kudera. Badanku lemas, makan tak ingin bahkan merasa tak perlu. Aku hanya ingin diam, sendiri, tak ingin diganggu. hanya untuk mengingat kembali setiap detik yang terjadi kemarin. Melihat senyumnya, mendengarkan ceritanya, kegilaannya. Aku memang terlalu banyak diam kemarin, bukan karena aku malas berbicara, malas menanggapi apalagi malas betemu dengannya bukan karena itu semua. Melainkan karena aku sangat menikmati disetiap detiknya, menikmati pertemuan tak terduga, menikmati pertemuan yang telah lama. Bahkan aku memikirkan kata apa yang pertama kali ingin aku katakan. Berbicara sendiri, berspekuasi sendiri, berperang kata dengan diri sendiri. Jangan ini, itu. Jangan begini, begitu. Ah banyak sekali yang dipertimbangkan.
Detik- detik dalam pertemuan berasa menjadi slow motion. Aku merasa setiap orang tengah tersenyum padaku. Terjebak dalam euforia. Aku seperti menemukan seuatu yang telah lama hilang dalam pandangan namun tak pernah pergi apalagi hilang dalam ingatan. Paling-paling tertimbun karena kesibukan, tetapi muncul kembali dalam kepenatan. Dan iapun tertata rapi didalamnya, meskipun orang asing berlalu - lalang.
Pas matkul pajak
4.30 p.m.
@ gedung J 202

2 komentar: